Saturday, February 13, 2010

Daddy's Little Princess


Certain is it that there is no kind of affection so purely angelic as of a father to a daughter. In love to our wives there is desire; to our sons, ambition; but to our daughters there is something which there are no words to express. -Joseph Addison-

Saya kepikiran nulis ini setelah membaca note salah seorang tman saya di fb tentang papanya. Awalnya saya merasa apa yang dia tulis perfectly described what I feel about my dad. But… hey, bukankah saya pasti punya my own memories tentang papa yang ga mungkin sama kayak orang lain? And the story goes...

Buat saya papa itu termasuk old-fashioned dad, he has his own strict rules.
• Ga boleh pulang malem (at least di atas jm10)
• Ga boleh nginep di rumah tmen (ga ada deh istilah sleepover or pajamas party)
• Ga boleh punya VCD player (waktu itu masih jaman VCD & papa takut anak2nya nonton film macem2)
• Family dinner is a MUST. Kalo ada yang blom pulang pasti ditungguin sampe lengkap, even itu udah jm11 malem. (pantesan perut saya buncit. hahaa.. )
• Ga boleh makan pake baju lengan buntung (huft.. until now, I can’t understand what it means.. ) dan kaki ga boleh naik ke kursi
• Makanan ga boleh sisa 1 biji nasi pun
• Harus sarapan sblom ke sekolah, and etc..

Hal-hal di atas buat saya wajar lah (walaupun saya suka kesel & protes sama papa), mengingat opa seorang polisi & papa dididik dalam aturan Belanda.

Any man can be a father. It takes someone special to be a dad. -Author Unknown-

Dulu saya ga pernah ngitung kasih sayang yang papa berikan. Saya malah seneng bgt ngitung berapa sering papa bikin saya kesel. After he passed away 2 years ago, saya jadi belajar banyak hal.. Kekolotan papa justru berbanding terbalik sama sifatnya yang so family man, for examples :
• Papa selalu berusaha menghabiskan waktu sebanyak mungkin bareng keluarga karena papa tahu dia ga selamanya ada sama kita. (That’s one thing I regret, I never say or express how much I love him.. )
• Setiap keputusan yang papa ambil pasti selalu yang terbaik untuk keluarganya, seperti keputusan papa yang ga ngebolehin anak2nya kuliah di luar Jakarta. Ternyata itu mungkin karena papa udah punya feeling bakal ninggalin kita jadi harus ada yang nemenin & jagain mama (I just can’t believe that.. )
• In Savu tradition, to express our love to family is ‘cium hidung’ dan papa ga pernah absen cium mama & anak2nya setiap bangun tidur & mo tidur, setiap mo pergi & pulang, pokonya setiap hari. It becomes sweet habit.. (Ohh, I miss that!!)
• It’s natural if a man hard to show what he feels inside. But when a man becomes a father, he thinks he knows exactly how to show his love to his family although all we can see is he did it in a wrong way. Sering kali buat saya papa bersikap terlalu keras, tapi sebenarnya itu cara papa untuk nunjukin rasa sayangnya.
• Setiap habis marahin 3 anaknya yang nakal2 papa PASTI selalu minta maaf, even if that’s not his fault. (An angry father is most cruel towards himself. -Publilius Syrus-).
• Setiap minggu papa maunya ke gereja sekeluarga (walaupun anak2nya suka males & banyak alasannya.. )
• Papa lebih milih makan di rumah daripada di luar (we, his children, call it ‘pengiritan’. Hehe.. ). Bahkan kalo dapet makanan dari rapat kantor selalu dibawa pulang & dihabisin sama 3 anaknya yg rakus.. hahahaa..
• Walaupun ga suka anak2nya pacaran (he is jealous, right??) tp papa ga pernah ngelarang (paling cuma pasang muka sangar stiap kali anak cewenya diapelin. hahhaaa..)
• Waktu kecil papa sering piggyback-ride saya yang udah ketiduran untuk ke kamar mandi biar ga ngompol. Hahahahaa!
• Papa slalu nungguin saya setiap kali saya dirawat di RS, wlpun papa cape setelah pulang kerja. Klo malem papa suka tidur b2 saya di ranjang rumah sakit, smentara si mama tidur di sofa. Hehee.. (That’s why I become more childish when I get sick.. )
• Kalo saya belajar sampe subuh papa jadi sering keluar kamar buat ngecek & nyuruh saya cepetan tidur.
• Papa ga pernah nolak nemenin saya muter2 toko buku. We just have same interest. (A daughter is a little girl who grows up to be a friend. -Author Unknown-)
• Papa seneng bgt ngeliat anak cewenya bantu2 di rumah (nyapu, nyuci piring, masak), wlpun saat saya ngelakuinnya itu karena lagi ada maunya. Hehee :)
• My dad wasn’t perfect, jadi papa ga pernah nyuruh saya untuk jadi seperti dia or tell me what should I do. (He didn't tell me how to live; he lived, and let me watch him do it. -Clarence Budington Kelland-)

Now, I realized how lucky I am to have a dad like him. Physically, papa mungkin udah ga ada bersama saya, mama, mas mury, & mbak mita, tapi we know that his love is there. (Love is like the wind. We can’t see it but we can always feel it. –from A Walk to Remember-).

Someday I may find my prince, but my dad will always be my king. Like Anne Sexton said: "It doesn't matter who my father was; it matters who I remember he was".
Thank u for everything, dad.. I'm strong enough, cause u taught me so.. You are special & I'm your biggest fan. We love you more, Dad! Muuuuaach… :-*

The greatest gift I ever had came from God, I call Dad and Mom! -Author Unknown-