Cinta itu apa?
Apa ia bersayap hingga dapat menghinggap?
Apa ia bertelapak hingga dapat menggenggam?
Apa ia tak pekat hingga dapat meresap?
Apa ia kejam hingga dapat membungkam?
Cinta itu apa?
Apa ia berbalut sunyi hingga datang tanpa diketahui?
Apa ia berduri hingga beri rasa tak terperi?
Apa ia cahaya hingga dapat lukiskan pelangi?
Apa ia rindukan rumah hingga selalu ingin pulang?
Tuesday, July 6, 2010
Orang Bilang
Orang bilang aku lelah berlari
Orang bilang aku bimbang menanti
Tidak
Dia yang tak kunjung menepi
Dia yang entah kapan kembali
Orang bilang dia nyala sendiri
Orang bilang dia menikmati sepi
Ya
Aku ingin padamkan api
Aku sakit tak terperi
Orang bilang aku bimbang menanti
Tidak
Dia yang tak kunjung menepi
Dia yang entah kapan kembali
Orang bilang dia nyala sendiri
Orang bilang dia menikmati sepi
Ya
Aku ingin padamkan api
Aku sakit tak terperi
Sunday, July 4, 2010
Kangen
Kangen..
Kangen seorang pria nun jauh disana
Raga jauh terpisah tapi hati merasa dekat
Aku terlihat tapi dia tak terlihat
Aku terdengar tapi dia tak terdengar
mau protes siapa??
Tuhan??
Bisa. Sudah. Tapi tak kan lagi terulang
Manusia??
Bisa. Mau. Tapi tak kan berguna
Siapa?
Siapa?
Beritahu aku..
kangen..
Kangen seorang pria nun jauh dsana..
Tahu pasti dia dimana, bersama siapa
Tapi dia tak kan kmbali
Karena aku yang kan menghampiri
Entah kapan
Tapi pasti,
Suatu saat nanti..
Kangen seorang pria nun jauh disana
Raga jauh terpisah tapi hati merasa dekat
Aku terlihat tapi dia tak terlihat
Aku terdengar tapi dia tak terdengar
mau protes siapa??
Tuhan??
Bisa. Sudah. Tapi tak kan lagi terulang
Manusia??
Bisa. Mau. Tapi tak kan berguna
Siapa?
Siapa?
Beritahu aku..
kangen..
Kangen seorang pria nun jauh dsana..
Tahu pasti dia dimana, bersama siapa
Tapi dia tak kan kmbali
Karena aku yang kan menghampiri
Entah kapan
Tapi pasti,
Suatu saat nanti..
My Fav Poems by Sapardi Djoko Damono
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sajak Kecil Tentang Cinta
Mencintai angin harus menjadi siut,
mencintai air harus menjadi ricik,
mencintai gunung harus menjadi terjal,
mencintai api harus menjadi jilat,
mencintai cakrawala harus menebas jarak,
mencintaimu harus menjadi aku
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hatiku Selembar Daun
Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nokturno
Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu
Entah kapan kau bisa kutangkap…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam Diriku
Dalam diriku mengalir
sungai panjang
darah namanya…
Dalam diriku menggenang
telaga darah
sukma namanya…
Dalam diriku meriak
gelombang suara
hidup namanya…
Dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada Suatu Pagi Hari
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sajak Kecil Tentang Cinta
Mencintai angin harus menjadi siut,
mencintai air harus menjadi ricik,
mencintai gunung harus menjadi terjal,
mencintai api harus menjadi jilat,
mencintai cakrawala harus menebas jarak,
mencintaimu harus menjadi aku
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hatiku Selembar Daun
Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nokturno
Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu
Entah kapan kau bisa kutangkap…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam Diriku
Dalam diriku mengalir
sungai panjang
darah namanya…
Dalam diriku menggenang
telaga darah
sukma namanya…
Dalam diriku meriak
gelombang suara
hidup namanya…
Dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada Suatu Pagi Hari
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.
Think about TRAFFIC SIGN
Traffic sign always leads us to the right direction. But sometimes we misread the traffic sign, that's why we arrive at our destination longer or never arrive at all.
Saturday, February 13, 2010
Daddy's Little Princess

Certain is it that there is no kind of affection so purely angelic as of a father to a daughter. In love to our wives there is desire; to our sons, ambition; but to our daughters there is something which there are no words to express. -Joseph Addison-
Saya kepikiran nulis ini setelah membaca note salah seorang tman saya di fb tentang papanya. Awalnya saya merasa apa yang dia tulis perfectly described what I feel about my dad. But… hey, bukankah saya pasti punya my own memories tentang papa yang ga mungkin sama kayak orang lain? And the story goes...
Buat saya papa itu termasuk old-fashioned dad, he has his own strict rules.
• Ga boleh pulang malem (at least di atas jm10)
• Ga boleh nginep di rumah tmen (ga ada deh istilah sleepover or pajamas party)
• Ga boleh punya VCD player (waktu itu masih jaman VCD & papa takut anak2nya nonton film macem2)
• Family dinner is a MUST. Kalo ada yang blom pulang pasti ditungguin sampe lengkap, even itu udah jm11 malem. (pantesan perut saya buncit. hahaa.. )
• Ga boleh makan pake baju lengan buntung (huft.. until now, I can’t understand what it means.. ) dan kaki ga boleh naik ke kursi
• Makanan ga boleh sisa 1 biji nasi pun
• Harus sarapan sblom ke sekolah, and etc..
Hal-hal di atas buat saya wajar lah (walaupun saya suka kesel & protes sama papa), mengingat opa seorang polisi & papa dididik dalam aturan Belanda.
Any man can be a father. It takes someone special to be a dad. -Author Unknown-
Dulu saya ga pernah ngitung kasih sayang yang papa berikan. Saya malah seneng bgt ngitung berapa sering papa bikin saya kesel. After he passed away 2 years ago, saya jadi belajar banyak hal.. Kekolotan papa justru berbanding terbalik sama sifatnya yang so family man, for examples :
• Papa selalu berusaha menghabiskan waktu sebanyak mungkin bareng keluarga karena papa tahu dia ga selamanya ada sama kita. (That’s one thing I regret, I never say or express how much I love him.. )
• Setiap keputusan yang papa ambil pasti selalu yang terbaik untuk keluarganya, seperti keputusan papa yang ga ngebolehin anak2nya kuliah di luar Jakarta. Ternyata itu mungkin karena papa udah punya feeling bakal ninggalin kita jadi harus ada yang nemenin & jagain mama (I just can’t believe that.. )
• In Savu tradition, to express our love to family is ‘cium hidung’ dan papa ga pernah absen cium mama & anak2nya setiap bangun tidur & mo tidur, setiap mo pergi & pulang, pokonya setiap hari. It becomes sweet habit.. (Ohh, I miss that!!)
• It’s natural if a man hard to show what he feels inside. But when a man becomes a father, he thinks he knows exactly how to show his love to his family although all we can see is he did it in a wrong way. Sering kali buat saya papa bersikap terlalu keras, tapi sebenarnya itu cara papa untuk nunjukin rasa sayangnya.
• Setiap habis marahin 3 anaknya yang nakal2 papa PASTI selalu minta maaf, even if that’s not his fault. (An angry father is most cruel towards himself. -Publilius Syrus-).
• Setiap minggu papa maunya ke gereja sekeluarga (walaupun anak2nya suka males & banyak alasannya.. )
• Papa lebih milih makan di rumah daripada di luar (we, his children, call it ‘pengiritan’. Hehe.. ). Bahkan kalo dapet makanan dari rapat kantor selalu dibawa pulang & dihabisin sama 3 anaknya yg rakus.. hahahaa..
• Walaupun ga suka anak2nya pacaran (he is jealous, right??) tp papa ga pernah ngelarang (paling cuma pasang muka sangar stiap kali anak cewenya diapelin. hahhaaa..)
• Waktu kecil papa sering piggyback-ride saya yang udah ketiduran untuk ke kamar mandi biar ga ngompol. Hahahahaa!
• Papa slalu nungguin saya setiap kali saya dirawat di RS, wlpun papa cape setelah pulang kerja. Klo malem papa suka tidur b2 saya di ranjang rumah sakit, smentara si mama tidur di sofa. Hehee.. (That’s why I become more childish when I get sick.. )
• Kalo saya belajar sampe subuh papa jadi sering keluar kamar buat ngecek & nyuruh saya cepetan tidur.
• Papa ga pernah nolak nemenin saya muter2 toko buku. We just have same interest. (A daughter is a little girl who grows up to be a friend. -Author Unknown-)
• Papa seneng bgt ngeliat anak cewenya bantu2 di rumah (nyapu, nyuci piring, masak), wlpun saat saya ngelakuinnya itu karena lagi ada maunya. Hehee :)
• My dad wasn’t perfect, jadi papa ga pernah nyuruh saya untuk jadi seperti dia or tell me what should I do. (He didn't tell me how to live; he lived, and let me watch him do it. -Clarence Budington Kelland-)
Now, I realized how lucky I am to have a dad like him. Physically, papa mungkin udah ga ada bersama saya, mama, mas mury, & mbak mita, tapi we know that his love is there. (Love is like the wind. We can’t see it but we can always feel it. –from A Walk to Remember-).
Someday I may find my prince, but my dad will always be my king. Like Anne Sexton said: "It doesn't matter who my father was; it matters who I remember he was".
Thank u for everything, dad.. I'm strong enough, cause u taught me so.. You are special & I'm your biggest fan. We love you more, Dad! Muuuuaach… :-*
The greatest gift I ever had came from God, I call Dad and Mom! -Author Unknown-
Subscribe to:
Posts (Atom)
